Cerita Fabel Populer: Sebuah Kisah Belalang dan Sekawanan Semut

cerita fabel

Sebuah cerita fabel yang menarik dari sekawanan semut dan belalang bisa menjadi salah satu cara untuk mengajarkan si kecil untuk kerja keras serta rendah hati.

Kisah belalang dan sekawanan semut ini menjadi kisah populer yang sering dibacakan untuk anak-anak sebagai dongeng pengantar tidur. Hal ini dinilai kisah atau cerita fabel dari belalang dan sekawanan semut. Kisah ini cukup menarik untuk dibacakan pada anak-anak.

Pada suatu hari ada seekor belalang yang sedang mengamati sekawanan semut di pohon. Mereka tinggal bersama di satu pohon sejak lama. Belalang yang mengamati sekawanan semut yang sedang bekerja mencari makan sambil tertawa dan mengejek para semut. Karena para semut sudah terbiasa dengan kebiasaan belalang tersebut pun akhirnya memilih untuk tidak menghiraukannya.

Sebab belalang memang dikenal dengan sifat yang pemalas dan suka meremehkan. Tak sedikit kata-kata belalang yang menyakitkan, karena menyebut semut adalah sekumpulan binatang bodoh.

Belalang menganggap para semut bodoh karena pohon yang mereka tinggali sudah banyak menghasilkan makanan namun para semut tetap mencari makanan di tempat lain.

Karena para semut adalah para binatang penyabar, maka mereka pun tidak membalas atau mendengarkan ejekan dari si belalang. Para semut mencari tambahan makanan bukan tanpa sebab.

BACA JUGA: Manfaat Daging Kambing untuk Kesehatan Tubuh

Ada alasan tersendiri yang membuat sekawanan semut ini mengumpulkan makanan yaitu karena untuk menghadapi musim dingin yang akan datang.

Si belalang yang angkuh pun menganggap bahwa musim dingin masih terlalu jauh sehingga masih banyak waktu untuk mempersiapkannya.

Sehingga tidak heran jika belalang masih bermalas-malasan dengan pemikiran yang seperti itu dan tidak berusaha untuk mengumpulkan makanan sebagai persiapannya. Dari sini kita tahu bukan siapa yang bodoh?

Suatu hari pohon yang ditinggali belalang serta semut tiba-tiba diterpa angin sangat kencang. Kemudian salju datang lebih awal dari yang diperkirakan, pertanda musim dingin telah tiba.

Dengan perasaan kalut dan bimbang, belalang yang terperangkap di dalam pohon pun merasa kelaparan. Karena cadangan makanan di pohon pun sudah habis, bahkan belalang tidak bisa keluar untuk mencari makan karena timbunan salju yang tebal.

Para semut yang sudah menyiapkan persediaan makanan untuk musim dingin pun tenang-tenang saja tanpa takut kelaparan. Karena mereka sudah mendapatkan cadangan makanan yang cukup selama musim dingin berlangsung.

BACA JUGA: Manfaat Daun Serai untuk Kesehatan

Belalang yang terperangkap di pohon dan kelaparan pun akhirnya menangis serta menyesali atas tindakannya yang bodoh itu.

Karena para semut merasa iba dan baik hati, akhirnya memberikan beberapa makanan pada belalang yang sedang kelaparan.

Walaupun sudah diejek dan direndahkan sedemikian rupa, para semut masih memiliki perasaan yang baik pada sesama binatang ketika ia kesusahan.

Pada akhirnya, belalang pun meminta maaf pada sekawanan semut dan berjanji untuk tidak berbuat jahat pada mereka pun binatang lainnya.

Nah, dari sini bisa kita jelaskan pada anak, bahwa kerja keras tidak akan pernah mengkhianati hasil. Walaupun selalu diremehkan orang lain, namun jika kita tetap berusaha dan terus bekerja keras maka hasil yang akan bicara.

Meskipun diremehkan dan diejek, jangan patah semangat karena banyak hal yang perlu diraih dan tidak perlu menghiraukan perkataan orang lain yang kurang baik serta tak memberi manfaat bagi kehidupan kita.

Tetap menjadi baik dan rendah hati ketika sukses adalah suatu kelebihan yang patut dijaga.

Next Post Previous Post